Kodesiana #NgodingItuMudah by Fahmi Noor Fiqri
Posting dengan tag nodejs:

Kamu Terlalu Banyak menggunakan map(🌏) di NodeJS

Fungsi map merupakan salah satu fungsi yang terdapat pada ECMAScript 6 yang telah ada sejak 2015 lalu. Fungsi ini sangat digemari karena sifatnya yang sangat versatile dan dapat digunakan hampir untuk semua kasus. Tetapi, tahu kah kamu selain map, ada juga fungsi manipulasi array seperti filter, reduce, for, dan foreach? Kali ini kita akan melihat bagaimana perbedaan performansi beberapa fungsi manipulasi array tersebut untuk mengolah data di dalam array. Apakah dengan satu fungsi map bisa mengalahkan semua fungsi array lainnya? Apa benefitnya? Uji Statistik Performa Fungsi Array📊 Untuk membandingkan performa beberapa fungsi array tersebut, penulis akan melakukan A/B testing atau Pearson’s T-test, tepatnya uji t-Test: Paired Two Sample for Means untuk mengukur apakah terdapat perbedaan rata-rata waktu eksekusi yang signifikan antara fungsi array tersebut, khususnya antara filter dan map.

Monitor Uptime Website menggunakan GitHub Actions🆗

Uptime website merupakan salah satu hal yang menjadi elemen penting dalam pengembangan sebuah sistem. Selain itu, uptime juga merupakan salah satu nilai market yang saat krusial untuk bisnis. Khususnya dengan teknologi yang semakin berkembang ini, banyak sekali layanan DevOps seperti layanan CI/CD sudah menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari development pipeline suatu aplikasi. Salah satu penyedia layanan source control yaitu GitHub juga memiliki layanan CI yang dapat digunakan secara cuma-cuma (GitHub Actions) . Kamu bisa menggunakan CI ini untuk membuat pipeline aplikasi kamu lebih streamlined. GitHub Actions yang merupakan layanan CI, biasanya hanya digunakan untuk melakukan build dan test pada sistem aplikasi, tetapi, bagaimana jika GitHub Actions digunakan sebagai layanan untuk memonitor uptime website atau API?

Membuat Invoice PDF menggunakan NodeJS📄

Invoice PDF merupakan salah satu hal yang paling sering dihadapi saat membuat sebuah sistem informasi seperti aplikasi point of sale, peminjaman perpustakaan, laporan keuangan, dan lain-lain. Meskipun terlihat sederhana, ternyata proses pembuatan PDF ini membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat diimplementasikan dengan sempurna dengan sistem kita. Ternyata proses pembuatan PDF tidak semudah yang kita bayangkan. Jika kita bisa dengan mudah membuat PDF dengan cara mengonversi file Word ke PDF, jika ingin dilakukan menggunakan program hal ini bisa jauh lebih sulit dilakukan. Hl ini karena fakta pembuatan PDF yang menurut kita mudah, ternyata prosesnya lebih rumit, tidak semudah membangun website menggunakan HTML dan CSS.