Sertifikasi merupakan salah satu cara untuk mencatat dan media bukti pencapaian seseorang. Sertifikasi bisa berupa sertifikat penghargaan, pengakuan, atau hak cipta yang dimiliki oleh seseorang. Sering kali sertifikasi menjadi syarat untuk melamar pekerjaan atau untuk mendapat promosi.

Seberapa penting punya sertifikasi?

Halo semua! Sudah cukup lama aku tidak menulis di blog ini, sampai lupa bagaimana kondisi blog dan juga pembacanya. Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku mengenai sertifikasi. Kenapa sertifikasi itu penting dan bagaimana cara kita bisa mendapatkan sertifikasi tersebut?

Revolusi Industri Digital

Saat ini kemajuan industri digital dan fenomena transformasi digital makin cepat terjadi dan banyak bermunculan start up dan pergerakan bisnis yang mulai menerapkan digitalisasi. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan talenta digital yang mampu berkreasi di bidang IT seperti software developer, devops, cloud engineer, dan keahlian lainnya sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

Nah ditengah kondisi ini kita sebagai generasi milenial/generasi Z harus bisa bersaing bukan hanya dengan SDM lokal tetapi SDM mancanegara, apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang mana banyak perusahaan sudah mengadopsi Work from Home. Kalau kita tidak gesit, bisa-bisa kita akan tertinggal oleh industri dan karier yang ingin kita capai.

Aku sendiri punya beberapa sertifikasi, sebagian besar sertifikasi dari lembaga nasional dan beberapa dari lembaga internasional. Aku punya tiga kategori sertifikasi seperti cloud developer dan software engineering. Saat ini aku juga sedang belajar di Coursera untuk mendapatkan sertifikasi Google Data Analytics Professional untuk menjajal karier di bidang analisis data.

Hmm, kenapa aku ngumpulin sertifikasi dari banyak bidang? Karena satu bidang yang kita dalami itu biasanya bersifat interdisiplioner. Misalnya aku sekarang kerja sebagai backend developer, selama aku kerja, aku harus bisa juga memahami konsep cloud karena di sanalah aplikasi yang aku buat akan digunakan, jadi bukan hanya paham dari sisi aplikasi, tapi harus paham dari sisi infrastrukturnya.

Dibutuhkannya Spesialis

Dengan banyaknya layanan dan jasa yang bisa kita gunakan sekarang ini, semakin sulit untuk kita bisa belajar dan memahami semua teknologi tersebut. Maka dari itu, sekarang ini sangat dibutuhkan spesialis yang ahli di satu bidang dan memiliki sedikit pengetahuan lainnya untuk mendukung kemampuan utamanya.

Nah dengan menggunakan sertifikasi, kamu bisa memfokuskan keahlian dan target karier kamu. Misalnya kamu ingin menjadi seorang backend developer, kamu harus banyak mengejar pelatihan dan sertifikasi yang berghubungan dengan backend developer dan juga sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan backend seperti sertifikasi cloud developer atau database administrator.

Dua sertifikasi tersebut mungkin terlihat tidak berhubungan, tetapi jika kita kaji lebih lanjut, keseharian backend itu membuat sistem yang akan menangani permintaan user, sistem backend perlu menggunakan database, artinya si developer perlu pengetahuan mengenai database. Selain itu, sistem backend itu sendiri perlu di host, tempat apa lagi yang paling cocok untuk host aplikasi kita selain di cloud service?

Nah sekarang terlihat kan ternyata bukan hanya satu skill yang kita butuhkan, tapi ada banyak skill yang harus kita miliki untuk dapat stand out dibandingkan dengan SDM lainnya.

Tapi Sertifikasi kan Mahal?

Memang benar kalau sertifikasi itu mahal, tapi itulah suatu pengorbanan, tapi aku lebih suka menyebut sertifikasi sebagai investasi. Dengan kita memiliki sertifikasi, kita punya bekal yang membuktikan kemampuan dan integritas kita sebagai seorang profesional yang menguasai bidang keahlian tertentu.

Sertifikasi juga mahal karena instansi yang mengeluarkan harus menjamin bahwa kandidat yang lolos memiliki kemampuan yang diujiankan. Tapi tenang aja, kamu ga perlu bingung karena sekarang ini ada banyak banget media pembelajaran daring yang menyediakan banyak promosi dan kesempatan untuk bisa mendapat pelatihan dan sertifikasi tanpa mengeluarkan uang sepeserpun!

Beberapa tempat belajar dan sertifikasi yang pernah aku ikuti:

  1. Dicoding, ini yang paling aku rekomendasi buat temen-temen yang masih belajar di tingkat pemula. Dicoding sering banget ngadain promo dan materinya juga mudah dipahami.
  2. Coursera, Coursera menyediakan bantuan keuangan dan juga promo untuk mahasiswa, kamu bisa ambil satu kelas secara gratis maksimum satu kelas per tahun dengan akun kampus.
  3. Microsoft Learn, kalau ini salah satu tempat belajar yang aku sering pakai untuk mencoba berbagai teknologi baru. Setelah kamu belajar di sini, kamu bisa melanjutkan untuk mengambil sertifikasi, misalnya aku sudah lulus AZ-900 Azure Cloud Fundamentals.
  4. Digital Talent Scholarship, ini merupakan salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh pemerintah untuk memfasilitasi kamu yang belum bekerja untuk mendapatkan skill dan sertifikasi untuk mencari kerja dan mengasah skill.
  5. Blog, ini juga salah satu sumber belajar yang paling mudah kamu akses, tanpa perlu bayar kamu bisa belajar secara cuma-cuma. Aku sering baca posting dari dev.to, CodeProject, Towards Data Science, GitConnected, dan jaringan Medium lainnya.
  6. Streaming Service seperti YouTube, Twitch, dan Channel9 punya banyak banget konten berbasis video yang bisa kamu pakai untuk belajar skill baru dan kalau kamu beruntung kamu bisa tanya langsung ke streamer-nya apabila kamu punya pertanyaan.

In the end, zaman sekarang itu gampang banget untuk belajar sesuatu yang baru, kamu hanya perlu niat dan tentunya alat yang memadai untuk bisa belajar mandiri. Tetap semangat untuk kita semua, semoga kita bisa terus berkarya dan memajukan Indonesia melalui kreasi khususnya di bidang IT.